Senin, 18 Juli 2022

Orang Yang Sudah Mati Bisa Mendoakan Untuk Orang Yang Hidup?

 Orang Yang Sudah Mati Bisa Mendoakan Untuk Orang Yang Hidup?


Berdoa kepada Allah dengan perantara orang yang masih hidup atau sudah wafat sama-sama boleh. Mereka -yang hidup atau mati- tidak dapat mengabulkan doa. Hanya Allah yang mengabulkan doa. Mereka hanya sekedar mendoakan.


Heh orang yang mati masih bisa mendoakan untuk orang yang hidup? Berikut hadis-hadisnya:


1. Hadis Musnad Ahmad


عن أنس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشايركم من الأموات فإن كان خيرا استبشروا وإن كان غير ذلك قالوا اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا. رواه أحمد 


Dari Anas bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh amal kalian disampaikan kepada kerabat dan kawan yang telah MATI. Jika amal baik, maka mereka bahagia. Jika tidak baik, maka mereka berdoa: “Ya Allah jangan matikan mereka sebelum Engkau beri hidayah kepada mereka seperti Engkau memberi hidayah kepada kami” (HR Ahmad).


Bukankah itu hadis daif karena ada perawi yang tidak disebutkan? Sebentar, ini ada lagi hadis yang menguatkan:


2. Hadis Thabrani


وإن أعمالكم تعرض على أقاربكم وعشائركم فإن كان خيراً فرحوا واستبشروا وقالوا اللهم هذا اللهم ألهمه عملا صالحا ترضى به عنه وتقربه إليك. رواه الطبراني


Hadis: “Sungguh amal kalian disampaikan pada keluarga dan kawan. Jika amal baik, maka mereka bahagia. Kata mereka: “Ya Allah beri ilham pada-nya amal saleh yang Engkau ridlai” (HR Thabrani)


Bukankah di dalamnya ada perawi bernama Maslamah bin Ali, dia adalah dlaif!!! Kenceng banget. Be calm. Ini masih ada hadis berikutnya:


3. Hadis Ibnu Mubarak


فيعرض عليهم أعمالهم ، فإذا رأوا حسنا فرحوا و استبشروا ، و قالوا : هذه نعمتك على عبدك فأتمها ، و إن رأوا سوءا قالوا : اللهم راجع بعبدك " . أخرجه عبد الله بن المبارك في " الزهد "


Hadis: “Lalu amal mereka diberi tahukan (kepada ahli kubur). Jika dilihat amal baik, maka mereka bahagia dan berkata: "Ini adalah nikmat Mu untuk hambaMu, maka sempurnakanlah". Jika amal buruk mereka berkata: “Ya Allah kembalikan hamba Mu” (HR Ibnu al-Mubarak dalam Az-Zuhd)


Hhhmmm itu gimana status hadisnya? 


Syekh Albani Menilai Sahih


Saya tidak berpedoman pada Syekh Albani kecuali untuk membungkam para pentaklidnya saja. Berikut penjelasannya:

 

 و بالجملة فالحديث صحيح كما قال السيوطي بهذه الشواهد و الله أعلم (السلسلة الصحيحة ج 6 / ص 127)


Syekh Al-Albani: “Secara keseluru-han hadis ini adalah sahih dengan berbagai hadis penguatnya seperti dikatakan oleh As-Suyuthi” (Silsilah Shahihah 6/127)


Sahabat Bertawassul Di Makam Nabi


وَرَوَى اِبْنُ أَبِيْ شَيْبَةَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ مِنْ رِوَايَةِ أَبِيْ صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ مَالِك الدَّارِيِّ - وَكَانَ خَازِنَ عُمَرَ - قَالَ أَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌ فِيْ زَمَنِ عُمَرَ فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِسْتَسْقِ لِأُمَّتِكَ فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوْا فَأَتَى الرَّجُلَ فِيْ الْمَنَامِ فَقِيْلَ لَهُ اِئْتِ عُمَرَ ... الْحَدِيْثَ. 


Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan hadis dengan sanad yang sahih dari Abi Shaleh Samman, dari Malik al-Dari (Bendahara Umar), ia berkata: Telah terjadi musim kemarau di masa Umar, kemudia ada seorang laki-laki (Bilal bin Haris al-Muzani) ke makam Rasulullah Saw, ia berkata: "Ya Rasullah, mintakanlah hujan untuk umatmu, sebab mereka akan binasa." 


وَقَدْ رَوَى سَيْفٌ فِي الْفُتُوْحِ أَنَّ الَّذِيْ رَأَى الْمَنَامَ الْمَذْكُورَ هُوَ بِلَالُ بْنُ الْحَارِثِ الْمُزَنِيُّ أَحَدُ الصَّحَابَةِ (ابن حجر فتح الباري 3/331 وابن عساكر تاريخ دمشق 56/380)


Kemudian Rasulullah datang kepada lelaki tadi dalam mimpinya, beliau berkata: Datangilah Umar…. Saif meriwayatkan dalam kitab al-Futuh lelaki tersebut adalah Bilal bin Haris al-Muzani salah satu Sahabat Rasulullah”. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, III/441, dan Ibnu 'Asakir, Tarikh Dimasyqi, 56/489)


Dalam riwayat tersebut tidak minta hujan kepada Nabi, tetapi agar dimintakan hujan, tentu agar meminta kepada Allah.

NABI TIDAK MEMAKAI CELANA CINGKRANG

 Nabi Tidak Pakai Celana Cingkrang


Mereka punya slogan kembali ke Qur'an dan Sunnah. Ketika ditanya mana dalil bahwa Nabi pakai celana cingkrang sampai sekarang tidak menjawab dalil secara khusus. Dalilnya pakai "Tsaub" yang artinya pakaian secara umum.


Sekali lagi mana dalil khususnya? Tetap bungkam 1000 bahasa.


Syekh Syaukani menulis:


ﻭﺃﻣﺎ اﻟﺴﺮاﻭﻳﻞ ﻓﺎﺧﺘﻠﻒ ﻫﻞ ﻟﺒﺴﻬﺎ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺃﻡ ﻻ؟ ﻓﺠﺰﻡ ﺑﻌﺾ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺑﺄﻧﻪ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻟﻢ يلبسه ﻭﻳﺴﺘﺄﻧﺲ ﻟﻪ ﺑﻤﺎ ﺟﺰﻡ ﺑﻪ اﻟﻨﻮﻭﻱ ﻓﻲ ﺗﺮﺟﻤﺔ ﻋﺜﻤﺎﻥ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺗﻬﺬﻳﺐ اﻷﺳﻤﺎء ﻭاﻟﻠﻐﺎﺕ، ﺃﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻠﺒﺲ اﻟﺴﺮاﻭﻳﻞ ﻓﻲ ﺟﺎﻫﻠﻴﺔ ﻭﻻ ﺇﺳﻼﻡ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﻗﺘﻠﻪ، ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻛﺎﻧﻮا ﺃﺣﺮﺹ ﺷﻲء ﻋﻠﻰ اﺗﺒﺎﻋﻪ


Soal celana, para ulama beda pendapat apakah Nabi shalallahu alaihi wa sallam memakainya atau tidak? Sebagian ulama memastikan Nabi tidak pernah memakai celana. Hal ini berdasarkan penulisan An-Nawawi ketika menampilkan biografi Utsman di kitab Tahdzib bahwa Utsman tidak pernah memakai celana, baik di masa jahiliah atau masa Islam. Padahal mereka paling semangat mengikuti Nabi (Nail Authar, 3/124).


Soal mereka menggambarkan bahwa celana cingkrang itu sunah adalah dengan menggabungkan 2 hadis, hadis pakaian dan hadis pakaian di atas mata kaki. Tapi jangan pernah memastikan bahwa celana cingkrang adalah celana Nabi!!! Nanti diminta dalilnya malah ruwet. 


Jadi mereka ini pakai dalil umum. Bukan dalil khusus. Sementara mereka selalu menuntut amalan kita dengan dalil khusus. Anehnya mereka melanggar kaidahnya sendiri. Biasa standar ganda.


Andaikan celana cingkrang baik tentu Nabi sudah lebih dulu memakainya!

Selasa, 12 Juli 2022

Kebahagian sejati

 Kebahagian sejati 

Itu lah yang kita nanti..

Akan tetapi

Banyak diakhir zaman ini

Mereka tidak pernah memikirkan dan hati hati

Dalam menggapai kebahagian sejati ini

Mereka rela mengorbankan sahabat sejati

Maupun kekasih yang dicintai..

Itu semua hanya perbuatan menzholimi..

Kebahgian sejati 

Sejatinya dan kendati 

Muncul ketika kita,saya ,kalian dan kami

Mendapatkan sesuatu tanpa menyakiti

Hati orang lain itulah kebahagian sejati

Karna kita membawa ilahi..

BALAS DENDAM TERBAIK

 Balas dendam terbaik adalah

Denga tidak membunuh

Hingga menjadi bedebah

Akan tetapi ...

Cara terbaik untuk balas dendam adalah

Dengan cara memaafkannya

Dan membalsnya dengan kebaikan..